Ular Tangga Internet Sehat hadir di MI Muhammadiyah 18 Sumberrejo

MI Muhammadiyah 18 Sumberrejo memberikan konsep berbeda dalam rangka mengenalkan sekolah kepada masyarakat. Acara dikemas dalam bentuk permainan kompetisi yang melibatkan anak dan orang tuanya. Selasa, 06 Maret 2018 bertempat di Aula MI Muhammadiyah 18 Sumberrejo panitia menghadirkan sekitar 200 siswa Taman Kanak – Kanak (TK) se-Kecamatan Sumberrejo dan siswa siswi MI Muhammadiyah 18 kelas 1 sampai kelas 5. Acara ini dilaksanakan bekerjasama dengan pihak Pengurus Ikatan Guru Taman Kanak – Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Sumbrerrejo.

Relawan TIK Bojonegoro diberi kesempatan oleh panitia untuk mengisi Games Ular Tangga Internet Sehat pada para peserta yang hadir. Ketua Panitia Ibu Miftahul Baiah menyampaikan bahwa kegiatan ini dalam rangka mengenalkan sekolah kepada para calon siswa yang akan memilih jenjang pendidikan di satuan sekolah dasar (SD) dan madrah ibtidaiyah (MI) yang dikemas dalam permainan menarik dan unik yang melibatkan orang tua, khususnya ibunda. Dia juga menambahkan bahwa kegiatan ini dimulai dari Lomba Kolase bagi siswa TK, Lomba mewarnai bagi Siswa MI dan dilanjutkan dengan permainan – permainan ketangkasan dan permainan ular tangga.

Games Ular Tangga Internet Sehat di MI Muhammadiyah 18 Sumberrejo 01Relawan TIk Bojonegoro berkesempatan mengajak para peserta untuk bermain Ular Tangga internet sehat dan sekaligus menyampaikan sosialisasi bagaimana para siswa dan orang tua harus bijaksana dalam menggunakan internet di era digital ini.

Kegiatan ini didukung penuh oleh Faber Castel, Gofun Bojonegoro, Relawan TIK Bojonegoro, Ikatan Wali Murid (IKWAM) MI Muhammadiyah 18 Sumberrejo dan semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan ini. ” Terimakasih kami sampaikan mewakili panitia kepada semua pihak yang mendukung, khususnya kawan – kawan RTIK Bojonegoro yang berrsedia hadir menyemarakkan kegiatan kami.” demikian ungkapan senang Ibu Miftahul Baiah.

RTIK Bojonegoro Gelar Gathering Berlangsung Sukses

Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Bojonegoro mengadakan Gathering dan Open Recruitment, di Wisma Toyo Aji Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kota Bojonegoro. Acara ini dilaksanakan dua hari yakni di tanggal Sabtu-Minggu (24-25/2/2018).

Acara yang sangat meriah ini, dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur P. Kemudian menurut Ketua RTIK Bojonegoro, Rifaun Na’im mengatakan, acara ini bertujuan untuk mengumpulkan pegiat Informasi Teknologi (IT) supaya dapat belajar tentang literasi digital.

“Dan ini juga sekaligus untuk penerimaan anggota baru relawan di bidang IT sesuai dengan bidang yang diminati, diantaranya Desain Grafis, Website & Blog, Social Media/Influencer/Buzzer, Fotografer/Videografer, dan Programmer  ,” tuturnya.

Kemudian tidak hanya acara Gathering dan Penerimaan Anggota Relawan, namun akan ada kegiatan bakti lingkungan yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Wedi dan juga Karang Taruna Desa Wedi.

“Besok juga akan ada kegiatan bakti lingkungan.” Imbuhnya.

Kemudian akan ada beberapa materi yang akan disampaikan pada acara ini, yakni materi Sharing Forum Bersama ICT Watch dan Digital Literacy Siber Kreasi Nasional dengan Pemateri Dony Bu (Tenaga Ahli Kementrian Kominfo, Peggiat Lembaga ICT Watch) dan juga materi Peran Nitizen dalam Menjaga Keamanan Pilkada 2018 & Deklarasi Anti Hoax dengan narasumber Bupati Bojonegoro, Suyoto dan Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S. Bintoro.

Sekitar 150 peserta yang mengikuti acara tersebut dari pelajar dan juga mahasiswi di Bojonegoro. Dan juga saat pembukaan dihadiri oleh stakeholder, Non Government Organization (NGO), dan juga komunitas.

Hadirkan Digitalisasi Perpustakaan Di Bojonegoro, RTIK Gelar Workshop Media Kreatif dan E-Library

WhatsApp Image 2018-02-14 at 10.38.13 AM

Bojonegoro – Relawan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) Bojonegoro tak henti berupaya mendekatkan teknologi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah Bojonegoro. Baik dalam proses belajar mengajar maupun kreatifitas berbasis TIK.

Pelatihan demi pelatihan telah sukses dilakukan selama satu tahun penuh, dan untuk menutup program kerja TIK untuk pendidikan tahun 2017 ini, RTIK kembali melakukan pelatihan media kreatif dan perpustakaan digital Rabu-kamis, (14-15/2/2017).

Pelatihan yang diadakan di Ruang Banyuurip PBG (Pusat Belajar Guru) Bojonegoro ini dihadiri oleh 20 peserta dari 12 instansi sekolah yang diundang.

Turut hadir, Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Hanafi untuk membuka acara. Dalam sambutannya, Hanafi mengatakan bahwa saat ini perpustakaan kalah menarik dengan google, pun sebaliknya dengan media pembelajaran yang kurang menarik kalau hanya menggunakan buku.

“Saat ini, guru harus lebih kreatif memanfaatkan teknologi untuk menunjang pembelajaran, karena melalui TIK akan memudahkan proses dan penyerapan informasi dalam belajar mengajar”, Ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan Nur Farida dari MTS Islahiyah mengatakan, bahwa ia sangat senang sekali bisa mengikuti pelatihan. Ia juga mengatakan bahwa materi yang disampaikan sangat berguna sekali untuk menunjang proses belajar mengajar.

“Dalam pelatihan media kreatif ini, kita diajarkan bagaimana cara mengedit video untuk dijadikan bahan pembelajaran yang menarik. Jadi kami belajar bagaimana cara pengambilan gambar video yang pas dan bagaimana bisa mengeditnya supaya bisa menjadi menarik”, Ujarnya.

“Pelatihan seperti ini sangat berguna sekali untuk para guru-guru karena tidak didapatkan di mata kuliah selama kuliah dulu. Dan kalaupun mau kursus pasti biayanya sangat mahal, jadi saya bersyukur bisa diberikan kesempatan mengikuti pelatihan gratis yang sangat bermanfaat ini”, Tambahnya.

Dalam acara ini, hadir pula Galih Tiara perwakilan EMCL (ExxonMobil Cepu Limited) yang memberikan sambutan. Program TIK Pendidikan ini terselenggara atas kerjasama dari RTIK Bojonegoro dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, dan di dukung penuh oleh E xxonMobil Cepu Limited.
“peningkatan kualitas mutu pendidikan dalam bentuk workshop media kreatif dan perpustakaan digital bagi sekolah merupakan komitmen kami (EMCL) dalam menunjang bidang pendidikan di Bojonegoro” ungkap dara asli Kabupaten Bojonegoro ini.

Biznet Resmi Hadir, Sapa Dengan Biznet Festival Bojonegoro 2018

Biznet hari ini kembali menggelar acara Biznet Festival yang bertajuk Biznet Festival Bojonegoro 2018. Acara ini merupakan acara Biznet Festival ke-delapan yang diselenggarakan oleh Biznet setelah sebelumnya sukses digelar di Kediri, Bali, Tegal, Sukabumi, Purwokerto, dan Batam sejak tahun 2016. Kali ini Bojonegoro menjadi kota yang dipilih oleh Biznet sebagai tempat penyelenggaraan acara Biznet Festival pertama di tahun 2018, yang akan diselenggarakan di GoFun Bojonegoro dan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.

“Kami memilih Bojonegoro sebagai kota pertama tempat diselenggarakannya Biznet Festival di tahun 2018 ini, karena kami ingin secara resmi menginformasikan bahwa layanan Internet Biznet kini telah dapat dinikmati oleh warga Bojonegoro. Selain itu, kami juga berharap acara ini dapat menghadirkan hiburan berkualitas untuk masyarakat. Kehadiran Biznet di Bojonegoro juga didorong oleh fakta bahwa Bojonegoro memiliki potensi yang luar biasa untuk dapat berkembang, terutama apabila masyarakat dapat memanfaatkan Internet dengan baik untuk memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bersama. Bojonegoro juga merupakan salah satu kota yang telah mulai mengaplikasikan e-Government, dan Biznet sebagai perusahaan penyedia layanan telekomunikasi dan multimedia di Indonesia sangat mendukung hal tersebut. Kami berharap Biznet dapat memberikan dukungan bagi kemajuan Kota Bojonegoro,”ujar Adi Kusma, President Director Biznet.

Sama seperti Biznet Festival sebelumnya, Biznet Festival Bojonegoro 2018 juga akan menghadirkan banyak aktivitas hiburan seru dan menarik untuk masyarakat Bojonegoro. Namun kali ini Biznet menampilkan beberapa aktivitas baru dan berbeda, yang belum pernah ada di Biznet Festival sebelumnya. Tidak hanya menyelenggarakan Kompetisi Band dan Dance, kali ini Biznet Festival juga akan menyelenggarakan Kompetisi Fotografi dan Kompetisi Game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang akan dimeriahkan oleh Tim RRQ, salah satu team esport terbaik di Indonesia.

Biznet Festival Bojonegoro 2018 juga merupakan Biznet Festival pertama yang melibatkan partisipasi dari banyak siswa dan siswi tingkat SMA dan SMP, dimana Biznet akan menghadirkan aktivitas hiburan yang lebih bervariasi, yang lebih mengangkat kreativitas generasi muda untuk dapat mengembangkan dan mengasah kemampuan mereka, yang diharapkan dapat memberikan motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan berusaha memberikan kontribusi positif bagi lingkungan. Seluruh rangkaian acara Biznet Festival Bojonegoro 2018 akan ditutup oleh performance dari GAC (Gamaliel Audrey Cantika), yang juga merupakan salah satu musisi papan atas yang tengah digemari oleh kalangan anak muda di Indonesia saat ini.

Biznet Festival Bojonegoro 2018 merupakan acara yang terbuka untuk umum tanpa biaya/gratis. Warga Bojonegoro dan sekitarnya dapat menjadi bagian dari acara ini hanya dengan melakukan registrasi online melalui website www.biznetfestival.com. Biznet juga akan menyediakan koneksi Wi-Fi gratis selama acara berlangsung, sehingga seluruh pengunjung dapat merasakan koneksi Internet cepat dari Biznet selama acara, termasuk untuk update media social maupun untuk upload foto acara bersama teman dan kerabat.

Untuk wilayah Bojonegoro, Biznet menghadirkan dua jenis layanan Internet yaitu layanan untuk segmen perumahan/individu serta layanan untuk segmen bisnis/UKM dengan harga yang terjangkau, dan tentunya dengan beberapa pilihan paket layanan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk pengguna perumahan/individu, Biznet memiliki layanan Internet yang dinamakan layanan Biznet Home, yang menawarkan paket layanan Internet mulai dari 30 Mbps dengan harga Rp 280.000/bulan. Sedangkan untuk segmen bisnis/UKM Biznet menghadirkan layanan Biznet Metronet, yang akan menjadi solusi terbaik untuk mendukung kegiatan usaha kalangan UKM dan startups. Layanan Biznet Metronet hadir mulai dari 30 Mbps dengan harga mulai dari Rp 960.000/bulan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.biznethome.net untuk mengetahui lebih lengkap informasi mengenai layanan Biznet Home atau www.biznetnetworks.com untuk layanan Biznet Metronet. Selain itu, warga Bojonegoro juga bisa langsung datang ke kantor cabang Biznet Bojonegoro yang beralamat di Ruko Sentra Distribisnis Kay. 2, JI. Veteran, Bojonegoro, Jawa Timur.

*Tentang Biznet
Biznet Merupakan perusahaan yang fokus di bidang telekomunikasi dan multimedia yang memiliki komitman untuk membangun infrastruktur modern dengan tujuan menguragi kesenjangan digital Indonesia dengan negara berkembang lainnya. Biznet memiliki dan mengoperasikan jaringan Fiber Optic tercanggih dan data center terbesar di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perusahaan, silahkan kunjungi www.biznetnetworks.com

Gathering Relawan TIK Bojonegoro – 5 Tahun Mengabdi

Mengundang putera-puteri hebat Bojonegoro untuk bergabung bersama kami di

Gathering Relawan TIK Bojonegoro “5 Tahun RTIK Bojonegoro mengabdi”

Tempat    : Wisma Toyo Aji Kec. Kapas Kab. Bojonegoro
Hari / Tgl : Sabtu-Minggu 24-25 Februari 2018.

Ayo bergabung bersama kami dan jadi bagian dari Relawan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) Bojonegoro dan ikut memberikan kontribusi positif untuk Bojonegoro.

Segera daftarkan diri kamu karena kuota sangat terbatas!!! More Info (WA):

Pradana         : 08113674221
Kak Rizal       : 085708179865

Pendaftaran bisa langsung ke :
Rumah TIK , Jl. Kusnandar no. 18 – Bojonegoro (Belakang SD Kelurahan Karang Pacar)

Alamat google maps “Rumah TIK” : https://goo.gl/maps/nRTrgrpYiVx

Atau Via Transfer ke Rekening :

No. Rekening Bank BNI : 0400480548 Atas Nama : Ahmad Firdaus Ruri Pradana

(Ket : Jangan Lupa untuk konfirmasi ketika sudah transfer dan mengisi formulir online)

gathering RTIK

Digital Parenting: Mendidik Anak di Era Digital

Kids Zaman Now, fenomena baru bagi masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan mereka. Hari ini Kami Relawan TIK Bojonegoro berkesempatan berbagi bagaimana menghadapi #KidsZamanNow yang sangat akrab dengan Ranah Digital dengan Materi Digital Parenting: Mendidik Anak di Era Digital. Bertempat di Aula Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 10 (MIM10) Desa Klepek Kec. Sukosewu Bojonegoro yang dihadiri oleh 109 Wali Murid kelas 1 sampai kelas 6. Kamis, 04 Januari 2018. Materi Digital Parenting disampaikan oleh Kak Shela, pengurus Relawan TIK Bojonegoro.

Acara dimulai dengan kajian pembuka oleh Ustadz Ilham. Dilanjutkan oleh sambutan oleh Kepala Sekolah Bapak Ahmad Yani, S.Pd.I beliau menyampaikan hasil evaluasi sekolah semester sebelumnya dan rencana tindak lanjut setelah diraihnya predikat “Akreditasi A”. Rencana sekolah akan membuka Kelas Unggulan pada semester depan tahun ajaran 2018/2019. Sekolah harus siap menghadapi perkembangan Kids Zaman Now yang sangat kental dan akrab di dunia digital.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang Mendidik Anak di Era Digital oleh Kak Shela. Selanjutnya acara disambung dengan sharing atau tanya jawab dari wali murid dengan sekolah dan pemateri. Acara terakhir ditutup dengan pengumuman para juara kelas dan pembagian Rapot setiap kelas.

Cara Ampuh Agar Anak Tidak Kecanduan TABLET atau HP

Sebuah artikel yang ditulis dalam akun Facebook milik Bang Namin AB Ibnu Solihin founder motivatorpendidikan.com. Tulisan ini kami angkat karena menjawab keresahan dari setiap orang tua yang melihat anak – anaknya sudah kecanduan dengan gadgetnya. Berikut ulasannya.

Baca pelan-pelan yah, ringkas tapi agak panjang sedikit,

Catatan ringkas ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi dan sering saya sampaikan pada saat saya mengisi seminar parenting di berbagai kota di Indonesia. 

Saya ingin mulai dengan pengalaman kesalahan pribadi kami sekitar 6 tahun yang lalu.

Sekitar tahun 2011 saat anak pertama kami berusia 2 tahun, kami memutuskan tidak ada Televisi dalam rumah kami. Maka yang terpikir pertama kali adalah bagaimana bisa menghadirkan hiburan alternatif. Maka saya sebagaI Abi yang memiliki inisiatif pertama ide besar tersebut punya tanggung jawab untuk mencari hiburan pengganti televisi.

Terpikirlah oleh saya, o saya belikan tablet saja nanti saya instal Video dan Game ditablet agar si Kaka bisa mendapatkan hiburan. Benar saja ketika saya belikan putri saya yang baru usia 2 tahun tersebut sangat senang memainkan tablet tersebut, hingga satu tahun akhirnya dia bisa mengutak ngatik sendiri tablet tersebut.

Namun rasanya saya mulai was..was.. wah jangan-jangan saya salah memberikan hiburan alternatif, kalau begini dia akan kecanduan tablet nih. Benar saja hari-harinya setelah bermain dan belajar dengan umminya anak yang sedang meranjak usia 3 tahun tersebut akan mencari tablet dan kalau tabletnya diminta berhenti main tablet rada-rada susah. Tidak kecanduan sih, tapi saya sedang waspadanya.

Alhamdulillah tidak lebih dari setahun akhirnya tabletnya rusak, he..he..kok Alhamdulillah, ya saya bersyukur ini cara Allah mengingatkan kami, bahwa ini bukan hiburan terbaik buat anak-anak. Hiburan anak-anak bukan tablet atau HP. Hiburan anak-anak adalah bermain tanpa Gadget seperti main tanah, main sepeda, main air, menggambar, membaca dan lainnya. 

Akhirnya diam-diam saya hapus lagu-lagunya, Video dan gamenya, ternyata manjur putri saya kalau main HP tidak betah lama-lama. Dia akan kembali ke Hobi yang sesungguhnya, membaca, menggambar dan membuat komik.

Cara Ampuh Agar Anak Tidak Kecanduan HP by Namin AB Ibnu SholihinJadi, POIN PERTAMA adalah JANGAN NIAT BELIKAN TABLET ATAU HP bagi anak. karena sesungguhnya itu adalah awal kita sebagai orang tua yang menjerumuskan anak kecanduan HP. Mari kita jaga ke Fitrahan anak yang memang sejak lahirnya bentuk hiburan atau permainanannya alami yaitu BERMAIN DENGAN ALAM DAN ORANG TUANYA SENDIRI. O ia menurut para pakar anak baru boleh memiliki HP sendiri setelah mereka di atas usia 13 tahun atau pada saat usia SMP itupun dengan berbagai persyaratan dan aturan.

POINT KEDUA ADALAH TABLET ATAU HP BUKAN HIBURAN. Seringkali saya menemukan banyak para orang tua KARENA TIDAK PUNYA KREATIVITAS saat anaknya nangis maka yang pertama dikasih adalah Tablet atau HP terutama saat diluar rumah atau dikeramaian dengan harapan agar anaknya segera mengakhiri tangisannya. Atau kalau dirumah saat anak nangis dan tidak mau makan maka yang dihadirkan adalah Televisi. Percayalah ini adalah tanda orang tua TIDAK KREATIF dan pada masa saya jadi orang tua jahiliyah pernah melakukannya. He..He.. Alhamdulillah sekarang sudah berhijrah jadi orang tua Zaman Now.

POINT KETIGA JANGAN INSTAL GAME DAN VIDEO DI HP. Berdasarkan riset sederhana yang saya lakukan alasan terbesar kenapa anak suka atau kecanduan main HP dan Tablet, karena memang mereka senang memainkannya disana banyak hiburan yang menarik bahkan mereka bisa instal game sendiri dan lihat video di Youtube sendiri. Akhirnya lama-lama anak kecanduan dan efeknnya jadi MALAS BACA dan parahnya lagi MALAS SHOLAT DAN MEMBACA AL-QUR’AN. Setelah itu kita akan marah-marah, sambil menghardiknya. Padahal investornya adalah kita, kita yang menyediakan HP nya , kita yang meingstal gamenya, nah saat anak seperti itu kita marah-marah. Situ Waras… He…He…

Kalau tidak percaya setelah teman-teman baca tulisan saya ini langsung deh Action, jangan baca doang. Dijamin anak-anak tidak akan suka lagi lama-lama main HP. Putri-putri saya sekarang kalau main HP sekedar edit-edit gambar dan video itupun tidak lama, setelah itu mereka akan kembali ke fitrahnya bermain dengan permainan seusianya, seperti boneka, masak-masakan, gunting-guntingan, menggambar dan lain sebagainya.

O ia sebagai gambaran putri-putri kami saat ini memang masih anak-anak, putri yang pertama Qarira Shatara Syihana usianya 7 Tahun, Putri kedua Nayyara Zahiya Syihana usianya 5 Tahun dan putri yang ketiga Almaira Insyirah Syihana 1,5 Tahun. Karena putri kami memang masih anak-anak jadi saya benar-benar hati-hati untuk persoalan ini, agar saya tidak menyesal dikemudian hari.

Point yang KE-EMPAT Hadirkan hiburan alternatif. Contohnya dirumah kami tidak ada Televisi, maka setelah Tablet rusak segera saya beli Komputer PC, Kemudian setiap bulannya saya sediakan sekitar 10-20 Video edukasi yang sudah saya download di Youtube, video tersebut tentu video anak-anak yang memiliki nilai inspirasi bagi anak-anak. Itupun kita batasi mereka boleh nonton setelah belajar yaitu setelah sholat dzuhur sampai menjelang ashar. Walalupun tidak selalu nonton, karena kadang mereka belajar ngetik, menggambar dan lain sebagainya. Kalau lagi capek-capek bangat kadang mereka tidur siang, habis sholat ashar dan mandi baru main keluar rumah, seperti bermain sepeda atau bermain yang lainnya dengan teman-teman se usianya disekitar rumahnya.

Point yang KELIMA KITA MULAI DARI DIRI KITA, inilah godaan terbesar, kadang saya diprotes sama putri saya “Abi main HP aja”, Padahal abinya lagi balas WA. Tapi minimal ini teguran buat kita bahwa anak sedang butuh bermain dengan kita. Semaksimal mungkin saat dirumah kita gunakan waktu yang berkualitas tersebut bermain dengan anak-anak kita, bolehlah sesekali melihat HP takut-takut ada pesan penting.

Point yang KE-ENAM AJARKAN ANAK ADAB SAAT MEMINJAM HP. Putri-putri kami sudah terbiasa kalau akan meminjam HP mereka akan izin dulu boleh atau tidaknya, kalau tidak boleh mereka tidak akan memaksa, kalau boleh kami pastikan dulu disconect data internet dan mode pesawat, serta kami cek dulu untuk memastikan tidak ada video atau gambar yang tidak pantas bisa dilihat oleh mereka. Sehingga kita bisa memastikan saat anak main HP dalam kondisi aman. 

Alhamdulillah setelah kami menjalani tahapan-tahapan tersebut yang semuanya butuh proses panjang dan perjuangan yang luar biasa. Putri – putri  kami tidak kecanduan Tablet atau HP karena memang di HP saya dan Istri tidak ada Game atau Video yang kami koleksi kecuali kiriman di WA Group yang terkadang saya hapus kalau tidak bagus. Aktivitas sehari-hari putri kami adalah membaca, menulis, menggambar dan berkreativitas. O ia kami tidak pernah menjejali putri kami untuk rajin membaca, mungkin putri kami hanya melihat kebiasaan orang tuanya dan merutinkan mengajak ke Toko Buku minimal sebulan sekali dan tentu ini semua adalah dampak manfaat tidak adanya televisi dan gerakan hapus game dan video di HP.

Selamat mencoba ayah bunda, Jika berhasil silahkan hubungi kami untuk menyampaikan rasa bahagianya. Untuk para ikhwan dan ukhiti yang JOMBLO HALAL minimal ini bekal buat nanti jika kalian menikah.He.He.

Jika catatan sederhana ini memiliki manfaat untuk Ayah dan bunda atau rekannya, silahkan dishare, semoga Allah memudahkan kita untuk berhijrah menjadi orang tua yang lebih baik.

Namin AB Ibnu Solihin -Founder motivatorpendidikan.com

(Tulisan ini diterbitkan setelah mendapat izin dari pemilik tulisan)

Sosialisasi Internet Sehat Bersama Pramuka “Scout Care” Desa Mayangrejo

Penghujung tahun 2017, Minggu, 31 Desember 2017, Relawan TIK Bojonegoro Tidak Berhenti untuk tetap melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Kali ini bersama Gerakan Pramuka yang menamakan dirinya sebagai Gerakan “Scout Care” Desa Mayangrejo Kecamatan Kalitidu Bojonegoro, RTIK Bojonegoro berkesempatan berbagi dan edukasi masyarakat tentang Cerdas Bermedia Sosial di Era Digital yang bertempat di Halaman Rumah Kepala Desa Mayangrejo. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengisi pergantian malam tahun baru dengan kegiatan yang positif demikian yang disampaikan oleh Khoerul Anwar, S.Pd selaku pembina Pramuka Scout Care Desa Mayangrejo.

Gerakan Pramuka Scout Care ini merupakan gerakan Pramuka yang peduli dengan kondisi sosial masyarakat yang berpangkalan di MTs Al-Makmur Desa Mayangrejo. Rangkaian kegiatan ini dikemas dengan model seminar dan memberikan santunan kepada 10 Yatim Piatu di sekitar Desa Mayangrejo. Tema Seminar kali ini ” Mencegah Pergaulan Bebas Pada Remaja dan Cerdas Bermedia Sosial di Era Digital”.

Relawan TIK Bojonegoro mendapatkan kesempatan pertama untuk menyampaikan materi tentang Cerdas Bermedia sosial di Era Digital yang disampaikan oleh Kak Shela, Pengurus Relawan TIK Bojonegoro. Selanjutnya materi disampaikan oleh Perwakilan Koramil Kalitidu, yang melengkapi tentang pencegahan kenakalan remaja saat ini. Peserta yang terdiri dari Anggota Pramuka Scout Care MTs Al Makmur Kalitidu, Undangan dari Kalangan Ibu – Ibu Warga Masyarakat dan Pemuda Desa Mayangrejo mengikuti dengan baik sampai kegiatan berakhir. Dengan adanya kegiatan seperti ini harapan pemuda desa setempat agar bisa menumbuhkan semangat positif dalam menghadapi tantangan era saat ini.

Sentuh Sektor Game, Relawan TIK Berharap Picu Para Developer

Bojonegoro – Sektor Game pada era teknologi sekarang ini, menjadi suatu yang sangat di gandrungi oleh semua kalangan usia. Tua, muda, dewasa, anak-anak, laki-laki, perepuan mayoritas menyukai game. Apalagi dengan dukungan sistem komputerisasi dan era internet seperti saat ini yang serba canggih. Bermain game menjadi hal yang bisa membuat “ketagihan”.

Hal ini pula yang mendasari komunitas gamer “Mobile Legend Bojonegoro” bekerjasama dengan Relawan TIK Bojonegoro dipenghujung akhir tahun 2017, embuat sebuah tournament game online bertajuk “Mobile Legend Bojonegoro : Fight Tournament 2017”, Minggu (31/12/2017). Diikuti oleh 50an peserta yang merupakan para gamer jenis MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) , salah satu jenis game dengan banyak peminat untuk saat ini.

Dengan dukungan gedung BLC (Broadband Learning Center) Telkom Bojonegoro, tournament game pun berjalan lancar. Kecepatan internet 100 MBps yang dimiliki oleh telkom menjadi dukungan yang cukup memadai disertai ruangan berAC. Menjadi poin tambahan juga, adalah dukungan system live streaming dan wide screen pertandingan game yang di wadahi oleh rekan-rekan Relawan TIK Bojonegoro.

Diharapkan dengan adanya kompetisi game ini, para gamer  bisa memanage waktu nya dengan baik dan muncul bibit-bibit unggul gamer yang siap melenggang dikancah nasional maupun internasional. Tak hanya itu, harapannya dengan adanya kegiatan ini muncul ide-ide kreatif dalam pengambangan system game dan memicu tumbuhnya para developer/pengembang game.

Hal ini diamini oleh Kak Shela selaku pengelola BLC Telkom Bojonegoro dan Relawan TIK Bojonegoro. “dengan adanya kegiatan positif ini, mudah-mudahan bisa bermunculan para developer game dengan segudang ide kreatif”, ungkapnya.

Tournament game online ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah Relawan TIK Bojonegoro dalam hal dukungan kegiatan IT sektoral game. Komunitas “Mobile Legend Bojonegoro” sendiri ingin event seperti ini bisa terus berkelanjutan kedepannya dan menjadi awal yang positif.

“kedepan diharapkan event ini bisa berkelanjutan dan mewadai para gamer untuk berkegiatan positif.Tak hanya sekedar bermain game, tapi juga sharing bersama terkait teknologi sistem gaming” ujar Afru Pradana, selaku ketua panitia dan koordinator Mobile Legend Bojonegoro.

 

E-Politik (Politik ala Internet dan Media Sosial)

E-Commerce atau perdagangan elektronik adalah jawaban dari bagaimana orang-orang dapat menggunakan media internet sebagai alat untuk membangun suatu bisnis. Melalui internet mereka bisa melakukan aktivitas promosi menawarkan produk sampai dengan bertransaksi secara online.

Di bidang internet untuk pendidikan juga terdapat e-Learning. proses pembelajaran virtual menggunakan Learning Management System untuk merepresentasikan system bejalar riil di kelas secara online menggunakan media internet.

Media internet untuk kepentingan bisnis dan pendidikan telah memberikan daya ungkit Vleverage luar biasa karena terbukti lebih efektif dan efisien. Penggunaan internet sebagai sarana berbisnis dan pendidikan di Indonesia sudah di mulai sejak lama. Namun, penggunaan internet sebagai tools di bidang politik sepertinya baru tahun 2014 ramai kita rasakan.

Bukan berarti tahun-tahun sebelumnya tidak. Namun, saya melihat pada tahun 2014, tim sukses masing-masing capres (calon presiden) lebih serius menggunakan media internet sebagai alat kampanye. Di antaranya ditandai dengan kemunculan berbagai Blog, situs Website Capres serta konten-konten yang sengaja disebarluaskan melalui media sosial sebagai usaha berdagang visi misi dan program-program untuk meraih dukungan masyarakat Indonesia melalui internet.

Beberapa menggunakan cara kreatif menarik perhatian publik dengan membuat akun dan menjaring dukungan di Facebook, sampai membuat aktivitas lomba dan kompetisi desain kreatif foto calon pasangan yang maju, dan lain-lain. Jadi kalau ada elit poliitik yang menggunakan media elektronik dalam hal ini teknologi internet sebagai sarana membangun komunikasi dengan masyarakat. Mungkinkah itu bisa kita sebut sebagai e-Politics? Entahlah. Tetapi, yang pasti di era mabuk teknologi sekarang ini penggunaan teknologi dan keterbukaan internet untuk semua kalangan dan semua bidang sudah saatnya terjadi di Indonesia. Termasuk di bidang perpolitikan negeri ini tentunya.

Menurut berita yang di rilis oleh detik.com, Laporan Tetra Pak Index 2017 yang belum lama diluncurkan, mencatatkan ada sekitar 132 juta pengguna internet di Indonesia. Sementara hampir setengahnya adalah penggila media sosial, atau berkisar di angka 40%.

Angka ini meningkat lumayan dibanding tahun lalu, di 2016 kenaikan penguna internet di Indonesia berkisar 51% atau sekitar 45 juta pengguna, diikuti dengan pertumbuhan sebesar 34% pengguna aktif media sosial. Sementara pengguna yang mengakses sosial media melalui mobile berada di angka 39%. Tentunya angka 45 juta bukan angka yang sedikit dan akan sangat menggiurkan untuk dijadikan target voters pada pemilu parpol (partai politik) dan capres 2019 nanti.

Di Bojonegoro saja terhitung 250 ribu lebih akun Facebook dan instagram aktif setiap Bulan nya, angka ini diprediksikan akan meningkat saat menjelang Pilkada di Bojonegoro. Jadi, siapa pun elit yang terjun lebih dulu masuk ke ranah dunia maya maka dia akan memperoleh porsi kesempatan yang lebih besar untuk lebih dulu membangun elektablitas massa tau komunitas yang nantinya akan menjadi para pemilih dalam Pemilu. Ibaratnya captive market para pengguna internet yang sudah memberikan dukungan kepada salah satu parpol atau calon bupati akan mengajak teman-teman dekat, saudara, tetangga, dan lain-lain untuk mendukung pilihannya tersebut.

Semakin banyak dan menggurita pengguna internet di Indonesia, harusnya menjadi kesempatan yang tentunya dapat dimanfaatkan oleh masing-masing elit. Maka jika dibarengi dengan semakin banyaknya elit yang ikut terjun menggunakan media ini tidak hanya sebagai alat untuk membangun komunikasi politik satu arah. Tetapi, juga menjadi alat membangun conversation (percakapan) atau diskusi antara masyarakat dengan elit (pemimpin atau calon pemimpin).

Ya, inilah yang menjadi beda antara media televisi, radio, koran atau majalah jika dibandingkan dengan penggunaan media internet. Dengan media internet maka akan terjalin satu hubungan yang lebih personal dan mendalam dalam bentuk komunikasi 2 arah serta dapat terjadi setiap saat. Setiap orang bisa membaca informasi dan mendapatkan apa yang diinginkan lebih mudah dan menuliskan kembali tanggapan secara langsung tanpa hambatan dengan batasan netiket yang benar.

Saya percaya jika penggunaan tehnologi internet seharusnya dapat memberikan nilai tambah (value added) bagi siapa pun dalam pengerjaan fungsi apa pun. Khususnya bagi para elit bangsa Indonesia (partai politik, caleg, capres, dan lain-lain) penggunaan teknologi pasti akan menambah daya guna dalam rangka proses kampanye yang dilakukan.

Dan pada pilkada Bojonegoro tahun 2018 saya ini kira teknologi internet bersama media sosial akan menjadi sarana yang efektif dan efisien untuk meraih Goal mereka dengan memanfaatkan konten-konten yang dibuat sendiri (Portal Website, Forum, dan lain-lain) atau dengan memanfaatkan situs-situs atau Portal Jejaring Sosial terkenal (Facebook, Instagram, Whatsapp, Youtobe, dan lain-lain) sebagai alat untuk menjalankan taktik membangun massa untuk meraih calon konstituen.

Saya sangat mendukung para elit yang menggunakan internet sebagai media kampanye, menyampaikan komunikasi politik (visi, misi, program-program) kepada masyarakat. Saya bahkan berharap para elit khususnya para calon bupati itu tidak hanya berdebat di televisi karena TV hanya menyajikan slot waktu yang terbatas. Tetapi, juga bisa saling berdebat di internet dalam sebuah forum yang dimoderasi misalnya oleh Tim IT KPU atau diinisiasi oleh Tim Sukses masing-masing.

Penggunaan teknologi internet bersama media sosial sebagai sarana membangun komunikasi politik tentu saja akan membangun cakrawala demokrasi di Indonesia terutama di bojonegoro yang saat ini sedang dalam masa mencari jati diri untuk semakin terus berkembang. Kenapa? Karena membangun demokrasi dengan cara membangun komunitas online Lebih murah dan langsung ke sasaran dari pada di dunia nyata.

Anda Setuju ?