Cangkruk Ajek Para Pelaku UMKM Sharing Bisnis Online di Ruko Taman Rajekwesi

Bojonegoro – Pertumbuhan ekonomi sektor UMKM di Bojonegoro sangatlah pesat. Jenis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bojonegoro sangat banyak. Total ada 120 ribu jenis usaha berbagai jenis bidang tersebar di 28 kecamatan. Namun yang dibina Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro sebanyak 300-an usaha dengan jenis usaha mencapai 4 ribu jenis. (Data Dinkop UMKM Bojonegoro 2018). Para pengusaha UMKM yang banyak tersebut terus berupaya untuk mengembangkan usahanya.

Berbagai metode dilakukan , termasuk pemasaran secara online yang saat ini menjadi trend di masyarakat. Hal ini pula yang mendorong terselenggara kegiatan “Cangkruk Ajek UMKM Online Bojonegoro” di Ruko Taman Rajekwesi Bojonegoro, pada hari minggu sore (16/2/2019). Kegiatan ini bertemakan “Google Apps For Business” serta sharing success story dari salah satu pelaku usaha di Bojonegoro, yakni Vita pemilik Kripik Usus Mangprang.

Kegiatan yang terlaksana di Toko Ajek Ruko Rajekwesi pusat oleh – oleh  Bojonegoro ini, difasilitasi oleh Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Bojonegoro. Hadir dalam kegiatan puluhan pelaku UMKM di Bojonegoro.

Harapannya dengan adanya kegiatan cangkruk para pelaku UMKM ini bisa saling belajar pengembangan usaha bisnis terutama dalam hal promosi secara online.

“dengan pemanfaatan promosi online termasuk salah satunya melalui aplikasi google bisnis , para pelaku usaha dapat pemasarkan usahanya secara optimal” ungkap Mohammad Muat selaku pengurus Relawan TIK Bojonegoro serta pemateri Cangkruk Ajek UMKM online.

Rencana nya kegiatan Cangkruk Ajek UMKM belajar bisnis online bersama ini akan berjalan secara rutin setiap 2 atau 3 minggu sekali di Toko Ajek Ruko Taman Rajekwesi Bojonegoro.

Keberadaan toko ajek ini sendiri merupakan bagian dari Program Promosi Produk Kreatif UMKM Bojonegoro melalui pemasaran Online dan Partisipasi Pameran yang difasilitasi oleh Relawan TIK Bojonegoro dan diinisasi serta didukung penuh oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Optimalkan Pemasaran Online dan Offline UMKM, Toko “Ajek” Oleh Oleh Bojonegoro dibuka

Bojonegoro – Peranan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di perekonomian nasional terhitung cukup besar. Pada tahun 2018, jumlah tersebut mencapai 99,9% dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 97% (diolah dari Badan Pusat Statistik, Juni 2018 tahun lalu). UMKM menyumbang hingga 60,34% untuk Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Dengan demikian, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mendorong berbagai program yang diciptakan untuk memfasilitasi UMKM agar naik kelas. Tak hanya pemerintah, berbagai elemen masyarakat pun juga turut berupaya mendukung pertumbuhan UMKM.

Atas dasar ini, dibukalah Toko pusat oleh-oleh Bojonegoro yang diberi nama Toko “Ajek” dan berisi produk – produk dari para pelaku UMKM di Bojonegoro. Ini merupakan bagian dari Program Promosi Produk Kreatif UMKM Bojonegoro melalui pemasaran Online dan Partisipasi Pameran yang difasilitasi oleh Relawan TIK Bojonegoro dan diinisasi serta didukung penuh oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Dalam toko “Ajek” yang bertempat di Ruko Rajekwesi Blok G no. 2, Klangon, Bojonegoro ini, berbagai produk yang terhimpun dari 17 pelaku UMKM di Bojonegoro dipasarkan. Macam – macam produk tersebut antara lain : batik Bojonegoroan, makanan, minuman, kerajinan tas dan lain lain. Selain melalui penjualan langsung di toko, produk-produk tersebut juga didampingi pemasarannya melalui online dengan memanfaatkan optimalisasi internet marketing.

Harapannya dengan adanya toko yang menunjang produk-produk UMKM di bojonegoro ini, para pelaku UMKM bisa terbantu dan pendapatan ekonominya juga akan meningkat.

“kami (Relawan TIK Bojonegoro) akan berusaha terus mendampingi produk-produk para pelaku UMKM yang sudah terhimpun ini baik secara offline maupun online” ungkap Nova Wijaya, perempuan yang berprofesi sebagai Selebgram sekaligus koordinator program pemasaran UMKM dari Relawan TIK Bojnegoro.

Tak jauh beda, perwakilan EMCL Wahyu Sadewo juga berharap program ini bisa bermanfaat untuk menunjang bidang ekonomi yang digerakkan oleh UMKM yang di Bojonegoro.

“program promosi produk kreatif UMKM Bojonegoro ini, merupakan bagian dari salah satu fokus EMCL untuk membantu masyarakat terutama dibidang sektor Ekonomi” ujarnya.

Desa Kacangan Segera Menerapkan Sistem Informasi Desa (SID)

Bapak Aziz Ghozali, SH. Kades Kacangan,bergerak cepat segera menerapkan aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) di wilayah kerjanya. Hal ini sebagai tindak lanjut hasil Forum Group Discussion (FGD) Selasa, 15 Januari 2019 minggu lalu di Pemkab Bojonegoro. Sebagai salah satu desa yang masuk dalam nominasi dengan kategori desa dengan Implementasi Layanan Informasi dan Transparansi dari 8 desa terpilih, desa ini perlu segera berbenah untuk memberikan layanan dan transparansi sebaik – baiknya dengan menerapkan SID.

Hadir dalam pertemuan di Balai Desa Kacangan, Rabu, 23 Januari 2019, Bapak Djoko Suhermanto Sekretaris Dinas Kominfo Kab. Bojonegoro beserta Tim, Dewan TIK Bojonegoro, Tim dari Relawan TIK Bojonegoro, Tim dari Ademos Indonesia, perangkat desa Kacangan, PKK Desa Kacangan, dan perwakilan Karang Taruna “Cakra” Desa Dolokgede.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan kesiapan Desa Kacangan untuk menerapkan SID dalam rangka meningkatkan layanan bagi masyarakat, oleh karena itu semua pihak diundang untuk memberikan masukan kepada Tim SID.

Bapak Djoko Suhermanto, Sekdin Kominfo Bojonegoro akan memfasilitasi semua desa di Bojonegoro sesuai aturan yang berlaku untuk menerapkan SID di wilayahnya. Hal ini sejalan dengan program Dinas Kominfo tahun 2019. Termasuk memberikan pendampingan teknis bagi Desa Kacangan Kec. Tambakrejo Kab. Bojonegoro.

Kegiatan ini akan tuntas jika sinergi dari semua pihak memberikan kontribusi sesuai dengan keahlian masing masing, demikian yang disampaikan M Kudlori dari Ademos Indonesia.

Dewan TIK bersama Dinas Kominfo akan menyiapkan data master dari berbagai sumber yang sah untuk dimasukkan pada sistem SID, agar memudahkan admin SID tidak memasukkan semua data yang ada di desanya. Dengan demikian, pihak desa tidak perlu repot – repot memulai memasukkan data dari nol, tetapi sudah ada data master yang sudah ada pada sistem, tinggal memperbarui dan merubah data yang perlu perbaikan. Demikian yang disampaikan oleh Ketua Dewan TIK Bojonegoro, Bapak Boedy Irhadtanto.

Relawan TIK Bojonegoro juga siap mendampingi proses input data sampai pengisian konten yang berada di SID ini dengan bekerjasama dengan tim dari desa dan semua yang terlibat di Sistem Informasi Desa ini. (Kak Shela/*)

Dampingi Desa Sugihwaras Ngraho Go Online, Ajarkan Digital Marketing Pengrajin Bambu

Ngraho – Memajukan Desa adalah tugas dari seluruh elemen masyarakat, ini juga merupakan salah satu fokus utama di Kabupaten Bojonegoro. Dalam rangka mendukung hal ini, mahasiwa – mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro menginisiasi Seminar Digital Marketing.

Seminar ini mengangkat Tema “Membangun Desa Go Online dengan Pemasaran Digital”, bekerjasama dengan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Bojonegoro bertempat di Kantor Balai Desa Sugihwaras Kec. Ngraho Kab. Bojonegoro, pada Selasa (22/1/2018).

Acara ini didukung oleh Pemerintah Desa Sugihwaras Kec. Ngraho Kab. Bojonegoro dan dihadiri elemen elemen masyarakat Desa setempat. Tak luput Kelompok pemuda pemudi, Ibu-ibu PKK , dan Para Pengrajin Bambu turut hadir dalam kegiatan.

Kerajinan Bambu yang merupakan produk unggulan desa Sugihwaras, harapannya setelah diadakan seminar digital marketing ini bisa lebih meningkat dalam segi pemasaran.

sehingga desa nanti mampu lebih maju perekonomiannya karena produk-produk unggulan desanya mampu dipasarkan dengan baik, lewat pemanfaatan digital marketing sarana website dan sosial media serta marketplace.

Senada dengan hal ini, Broto selaku salah satu Kepala Dusun Desa Sugihwaras Ngraho mengungkapkan harapannya dengan adanya Seminar Digital Marketing ini.

“dengan adanya seminar digital marketing dengan pemateri dari Relawan TIK Bojonegoro ini ,mudah mudahan pemasaran produk unggulan desa yakni kerajinan bambu bisa lebih baik lagi, ” ujar beliau dalam pembukaan acara.

Disampaikan juga oleh salah satu panitia acara yang merupakan mahasiswi IAI Sunan Giri, Ana Nur Fitria bahwa diadakannya seminar digital marketing ini bertujuan untuk mengajarkan pemanfaatan website dan aplikasi marketplace guna mengoptimalan pemasaran produk-produk lokal desa tersebut.

“harapannya masyarakat bisa belajar bersama pemanfaatan media digital marketing seperti aplikasi aplikasi online marketplace, guna lebih baik dalam segi pemasaran produk desa” ungkapnya ketika membawakan acara tersebut.

Layanan Surat Menyurat Desa Selesai 2 menit menggunakan Open SID

Foto Kepala Desa Kauman Bojonegoro Bapak H. Arief Fauzi, SH, beserta Ibu (sumber :kauman-bojonegoro.desa.id)

Bojonegoro- Ada hal yang menarik dalam Forum Group Discussion (FGD) yang dihelat oleh Dinas Kominfo Selasa, 15 Januari 2019. Bapak H. Arief Fauzi, SH, Kepala Desa Kauman Kec. Bojonegoro menyampaikan bahwa layanan Sistem Informasi Desa(SID) yang diterapkan di desanya bisa melayani surat menyurat bagi warga selesai hanya 2 menit. Sungguh luar biasa capaian yang dilakukan oleh desa kauman.

Beliau menambahkan bahwa capaian tersebut akan lancar syaratnya adalah semua aturan administrasi yang ada di desa berjalan tertib dan lancar. Selain itu beliau menambahkan bahwa layanan informasi desa berbasis SID targetnya yaitu peningkatan layanan kepada masyarakat. Sehingga tidak heran ketika SID tersebut diterapkan di masyarakat desa kauman, dengan memiliki PIN sendiri, warga Desa Kauman bisa cetak sendiri surat menyurat yang diperlukan dan tinggal datang di Kantor Desa untuk meminta tanda tangan kepada Kepala Desa.

Jika ingin melihat lebih jauh tentang implementasi penerapan Sistem Informasi Desa di Desa Kauman silahkan bisa berkunjung di website desa Kauman, http://kauman-bojonegoro.desa.id yang sudah dilengkapi dan terintegrasi menu Open SID pada menu layanan mandiri. (Shela/*)

Pemkab Bojonegoro akan mengembangkan SID di 400 Desa

BOJONEGORO-, Selasa, 15 Januari 2019, 8 Desa Nominasi dengan Layanan Informatif dan Transparan hadir memenuhi undangan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam hal ini, Dinas Kominfo (Dinkominfo) Bojonegoro. Mereka hadir dalam rangka mengikuti Forum Group Discussion (FGD) Dinkominfo untuk mengembangkan Sistem Informasi Desa (SID) di seluruh Wilayah Bojonegoro.

Hadir Kepala Dinas Kominfo Bojonegoro, Bapak Kusnandaka Tjatur P., Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bapak Khamim, Perwakilan Kec. Sumberrejo, Kasi Kesra, Bapak Akmal, Ketua Dewan TIK Bojonegoro Bapak Boedy Irhadtanto(Bapak Totok) dan Staf Dinkominfo Bojonegoro. Perwakilan 8 desa yang hadir tersebut adalah: Desa Kacangan Kec. Tambakrejo, Desa Tlogorejo Kec. Kepohbaru, Desa Kandangan Kec. Trucuk, Desa Mojodeso Kec. Kapas, Desa Kauman Kec. Bojonegoro, Desa Deru Kec. Sumberrejo, Desa Blimbinggede Kec. Ngraho dan Desa Banjaran Kec. Baureno. Mereka semua hadir dalam rangka untuk membicarakan tentang Open SID yang akan diterapkan di seluruh desa di wilayah Bojonegoro secara bertahap. Rata – rata dari 8 desa tersebut sudah memiliki website desa dan didalamnya juga sudah terintegrasi dengan layanan Open SID. Harapannya ke depan Open SID yang sudah diterapkan ini bisa diintegrasikan menjadi satu kesatuan data yang nantinya bisa digunakan untuk meningkatkan layanan terhadap masyarakat dan dipakai oleh Pemkab untuk menentukan kebijakan.

Kegiatan dipimpin oleh Kabid e-Government Bapak Alit Saksama, S.STP, didampingi oleh praktisi TIK dari Dinas kominfo dan Perwakilan dari Relawan TIK Bojonegoro yang diwakili oleh Kak Shela dan beberapa anggota Dewan TIK Bojonegoro. Kegiatan berlangsung serius dan santai yang bertempat di CooCreating Room Lt. 2 Gedung Pemkab Bojonegoro. Setelah kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan kegiatan sosialisasi dari Tim Dinas Kominfo ke Kantor Kecamatan  yang nantinya akan bertahap dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro. (Shela/*)

RTIK Bojonegoro Adakan “Ngompol Bareng” Akhir Tahun 2018, Demi Eratkan Sinergritas Pemberdayaan TIK

Bojonegoro – Demi meningkatkan eksistensi pemberdayaan Teknologi Informasi di tanah Air serta mengapresiasi sejumlah mitra, yang selama ini telah membantu selama kurun waktu 6 tahun sejak Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Bojonegoro berdiri tahun 2012.

Relawan TIK Bojonegoro menggelar Refleksi Akhir Tahun 2018 yang bertajuk “Ngompol Bareng” yakni kepanjangan dari “Ngopi Ngobrol di Panglima Polim Bareng-Bareng” yang kebetulan bertempat di sekretariat baru Relawan TIK Bojonegoro di Jl. Panglima Polim no. 47-49 Bojonegoro pada sore hingga malam hari Minggu (30/12/2018).

Dalam agenda refleksi “Ngompol Bareng” akhir tahun 2018 ini, berkumpul seluruh pengurus Relawan TIK Bojonegoro serta mengundang beberapa instansi mitra yang selama ini telah membantu program kegiatan pemberdayaan Relawan TIK yakni antara lain Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro , EMCL (ExxonMobil Cepu Limited) dan Dinas Kominfo Bojonegoro.

Kasubid Pengembangan Ekonomi, Koperasi, dan Kepariwisataan Bappeda Bojonegoro Yuseriza Anugerah yang turut hadir menjelaskan bahwa banyak sekali program pemerintah kabupaten Bojonegoro yang bisa disinergikan bersama karena memang perlu didukung juga oleh masyarakat luas.

“Program pemerintah kabupaten bojonegoro perlu untuk didukung bersama terutama oleh Relawan TIK Bojonegoro yang memang konsen dibidang Teknologi Digital seperti Web, Apps, Networking, dan lain lain karena era sekarang ini memang era teknologi” , ungkapnya ketika memberi pengarahan.

beliau juga mengungkapkan bahwa saat ini banyak desa-desa di Bojonegoro yang perlu untuk dibantu dengan sentuhan Teknologi Informasi karena dengan begitu desa bisa lebih maju.

Mohammad Muat selaku salah satu pengurus dan pendiri Relawan TIK Bojonegoro juga berharap semoga Relawan TIK bisa terus eksis di tahun – tahun berikutnya serta memberi manfaat dengan pemberdayaan TIK nya.

“semoga kita bisa membangun solidaritas yang lebih kuat di tahun – tahun berikutnya dan dengan program program pemberdayaan TIK yang lebih baik dan memberi manfaat”, ujarnya dalam penutupan acara.

 

 

Bakesbangpol Jatim Kuatkan Ormas dan Poktan lewat Wawasan Kebangsaan

Bojonegoro – Upaya menangkal arus globalisasi yang tidak bisa dipungkiri membawa pula ancaman-ancaman negatif bagi bangsa, terus dilakukan negeri ini oleh berbagai sektor yakni pemerintah, organisasi masyarakat, rakyat , dan lain-lain.

Atas dasar inilah , terselenggara kegiatan “Penguatan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bagi Masyarakat di Jawa Timur” bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bojonegoro, Rabu Siang (26/12/2018).

Acara yang diinisisasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BAKESBANGPOL) Provinsi Jawa Timur serta didukung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini, dihadiri oleh sekitar 50 warga bojonegoro. Terdiri dari organisasi masyarakat, kelompok tani, pemuda-pemudi dan tokoh masyarakat.

Turut hadir dalam acara, Dra. Hj. Yayuk Padmi Rahayu, M.Si, Anggota Komisi E DPRD Prov. Jawa Timur.

Beliau berpesan agar masyarakat terus berupaya membentengi diri dari serangan penjajah yang saat ini menjajah bukan lewat senjata fisik melainkan budaya negatif, miras, narkotika, dan sebagainya.

“sudah saatnya masyarakat mampu membentengi diri dengan ideologi dan wawasan kebangsaan, melalui serangan penjajah yang menjajah dengan serangan non fisik”, ujarnya.

Dalam arahan lainnya yang juga tak kalah pentingnya ketika acara, Dra. Hj. Yayuk Istichanah, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jatim turut memberi arahan senada.

Beliau juga menguatkan kelompok-kelompok tani yang hadir dalam forum.

“kekuatan kelompok tani bisa terus ditingkatkan ditengah persaingan global, apalagi ketahanan pangan menjadi poin penting bangsa”, ungkapnya.

Acara berlanjut hingga sore hari dengan diskusi tanya jawab interaktif bersama audiens yang hadir.

RTIK Bojonegoro Fasilitasi UMK dan Bumdes Bojonegoro dan Blora Kunjungan Belajar ke Jogja

Sejumlah 16 perwakilan dari Bumdes Se-Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro dan penggiat desa wisata Blora melakukan kunjungan belajar ke Jogja pada Minggu, 11 November 2018 – Rabu, 13 November 2018.
Kunjungan belajar Bumdes dan UMK Bojonegoro ke Desa Wisata Nglanggeran dan Menoreh (Agradaya) Yogyakarta merupakan program ExxonMobil Cepu Limited yang difasilitasi oleh RTIK Bojonegoro.

Kegiatan ini secara khusus dimaksudkan untuk membuka wawasan peserta tentang contoh-contoh sukses usaha kecil yang ada disana. Serta belajar tentang pengembangan desa wisata serta pengorganisasiannya. Jogja menjadi tujuan karena ada berbagai macam tempat yang bisa menambah pengetahuan.

Diharapkan, setelah pulang dari sana para peserta bisa menerapkan wawasan yang di dapatkan ke desa masing-masing. Salah satu perwakilan RTIK Bojonegoro, Nova Wijaya mengatakan “Kegiatan ini sangatlah positif, kita belajar banyak sekali dari mereka yang kita temui dalam kunjungan belajar ini”, Ujarnya.


“Ternyata membangun sebuah desa wisata juga memerlukan waktu yang cukup lama, walaupun di Nglanggeran banyak sekali objek yang bisa dijadikan tempat wisata, tapi tidak langsung semua mereka buka serentak. Ada skala prioritas yang mereka kerjakan, biar pengunjung juga tidak bosan”, Tambahnya.

“Saya sih berharap ini benar-benar bisa diterapkan di Bojonegoro dan Blora, utamanya Bojonegoro sih, biar Bojonegoro semakin dikenal dunia”, Pungkasnya.

Kunjungan belajar ini ditutup dengan mengikuti seminar soeprema yang diadakan di UGM (Universitas Gajah Mada) Yogyakarta.

Program “SaGuSaBlog”, Pacu Geliat Nge-Blog Puluhan Guru SMPN 1

Bojonegoro – Kali ini SMP Negeri 1 Bojonegoro menggandeng Relawan TIK Bojonegoro mengadakan pelatihan blog bagi puluhan guru SMPN 1 Bojonegoro pada Sabtu (24/11/2018). Kegiatan dalam rangka berkomitmen untuk meningkatkan kualitas guru, terutama dalam dunia teknologi dan menulis.

Kolaborasi pelatihan blog bagi guru dengan pemateri dari Relawan TIK Bojonegoro tersebut, merupakan bagian dari program “SAGUSABLOG” , yang merupakan kepanjangan dari “Satu Guru Satu Blog”. Kegiatan berlangsung di Lab Komputer SMPN 1 Bojonegoro dengan peserta sebanyak 70 guru.

Lasiran, MPd , Kepala Sekolah SMPN 1 Bojonegoro ikut terjun langsung mengarahkan guru dalam kegiatan pelatihan Blog Guru “SaGuSaBlog”.

Diungkapkan oleh Lasiran, MPd. Selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Bojonegoro hal ini dilakukan bersama oleh lingkungan sekolah untuk meningkatkan kualitas para guru serta membranding sekolah kearah lebih baik lewat media blog online terutama di era serba digital.

“semua blog bapak ibu guru kami arahkan diberi imbuhan SMPN 1 Bojonegoro, supaya nama baik sekolah juga ikut terangkat lewat konten positif tulisan tulisan blog bapak ibu guru di online”, ujarnya.

Sepemikiran dengan itu , Selamet atau yang akrab disapa Kak Shela , selaku pengurus Relawan TIK Bojonegoro dan Ketua Komunitas Blogger Bojonegoro menyampaikan sambutan baik nya terhadap program SAGUSABLOG.

“sudah saatnya bapak ibu guru juga mengikuti perkembangan dunia digital dengan blog sebagai media pembelajaran atau berbagi konten positif, termasuk yang lagi trend saat ini LMS (learning management system)“, ungkapnya

Menurut kabar dari pihak sekolah, rencananya program “SAGUSABLOG” sendiri akan dilaunching SMP Negeri 1 Bojonegooro pada tanggal 3 Desember mendatang dan akan dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro , Dr Hj Anna Muawanah.